Blatter Menghadapi Suspensi 90 Hari

Komite etik telah bertemu di Zurich sejak Senin
Presiden FIFA menghadapi kemungkinan menerima suspensi 90 hari

Presiden FIFA Sepp Blatter menghadapi kemungkinan menerima suspensi sementara selama 90 hari.

Anggota komite etika FIFA telah merekomendasikan sanksi tersebut setelah Jaksa Agung Swiss membuka proses pidana terhadap pria berusia 79 tahun itu. Dia dituduh telah menandatangani kontrak yang “tidak menguntungkan” untuk badan sepak bola dunia itu dan membuat “pembayaran tidak sah” kepada Presiden UEFA, Michel Platini. Blatter membantah melakukan kesalahan dan pengacaranya mengatakan dia “tidak diberitahu adanya tindakan apapun”. Kepala sepak bola Eropa, Platini – yang ingin menggantikan Blatter – mengatakan pembayaran itu merupakan “kompensasi yang sah” dari waktu ia bekerja di bawah pria asal Swiss itu lebih dari sembilan tahun yang lalu.

Badan penyelidikan komite etika FIFA telah meminta diberlakukannya larangan itu dan keputusan akhir kemungkinan akan dilakukan pada hari Kamis oleh Hans Joachim Eckhert, kepala badan etika FIFA.┬áPenasihat Blatter, Klauss Stohlker mengatakan presiden FIFA itu “tenang” setelah mendengar berita itu, tapi pernyataan dari perwakilan hukumnya membantah ia telah mengetahui adanya keputusan apapun.┬áDikatakan: “Kami akan berharap bahwa komite etik akan ingin mendengar dari presiden dan nasihatnya, dan melakukan tinjauan menyeluruh bukti, sebelum membuat rekomendasi apapun untuk mengambil tindakan disipliner.”

Pada hari Rabu, Blatter mengatakan kepada majalah Jerman bahwa ia sedang “dihukum tanpa ada bukti kesalahan”. Penyelidikan berpusat pada tuduhan yang diyakini mengenai kesepakatan hak siar TV di tahun 2005 antara FIFA dan Jack Warner, mantan presiden Concacaf, badan sepak bola di Amerika Utara dan Amerika Tengah dan Karibia.

Komite etik telah bertemu di Zurich sejak Senin dan belum membuat keputusan tentang Platini, 60.
Komite tersebut juga memeriksa pembayaran sejumlah dua juta franc Swiss (1.35 juta Pounds) yang diterima Platini pada tahun 2011 sebagai pembayaran selama ia bekerja untuk Blatter. Pria Perancis itu telah memberikan informasi kepada investigasi kriminal namun mengatakan ia melakukannya itu dengan status sebagai saksi. Jaksa Swiss mengatakan statusnya berada “di antara saksi dan terdakwa” saat mereka tengah menyelidiki korupsi di badan sepak bola dunia tersebut.

Perkembangan terakhir terjadi beberapa jam setelah mantan wakil presiden FIFA, Chung Mong-joon, yang juga sedang diselidiki oleh komite etika FIFA, mengatakan kepada BBC Sport bahwa usahanya untuk menggantikan Blatter telah “dicemarkan”. Blatter memenangkan pemilihan presiden FIFA untuk kelima kali berturut-turut pada tanggal 29 Mei, tetapi setelah kasus korupsi, mengumumkan keputusannya untuk mundur pada 2 Juni. Dia dijadawalkan akan mengakhiri masa jabatannya pada kongres luar biasa FIFA tanggal 26 Februari tahun depan.

Leave a Reply