Inter ke Puncak Klasemen Berkat Strategi Bunglon Mancini

Roberto ManciniRoberto Mancini kembali menunjukkan sentuhan dinginnya kepada musim ini. Setelah beberapa musim silam Inter seakan kehilangan jati diri, kini Mancini perlahan telah merubah peruntungan Inter Milan.

Hingga pekan ke-13 kemarin, Inter kini sukses bertengger di pemuncak klasemen sementara Serie A, unggul dua poin dari Napoli dan Fioretina. Kemenangan 4-0 atas Frosinone pada laga Senin (23/11) kemarin telah membuat posisi Inter Milan kokoh di puncak.

Ada satu fakta yang menarik dari sepak terjang Mancini dan Inter Milan musim ini. Inter Milan mungkin cocok diberi julukan sebagai tim bunglon. Mengapa demikian?

Alasannya adalah hingga giornata 13, Inter selalu tampil dengan starting XI yang berbeda. Artinya hingga pekan ke 13, sang pelatih tidak perna memasang starting yang sama. Sejauh ini, hingga pekan ke-13, Mancini sudah enam formasi berbeda, mulai dari 4-3-1-2, 4-3-2-1, 4-3-3, 4-4-2, 3-5-2. Namun yang paling sering digunakan adalah formasi 4-3-1-2, yaitu sebanyak empat kali. Sisanya masing-masing digunakan sebanyak dua kali.

Pada saat menjamu Frosinone kemarin, Mancini sendiri menggunakan formasi 4-2-3-1. Formasi ini mungkin saja merupakan formasi andalan Inter, pasalnya degan formasi ini Inter berhasil membantai Frosinone dengan skor telak 4-0.

Terbukti jika strategi “Bunglon” yang digunakan oleh Roberto Mancini cukup efektif. Inter kini siap untuk merengkuh kembali gelar juara yang telah lama hilang dari genggamannya.