Mesut Ozil Ungkap Momen Terpahit Dalam Karirnya

Playmaker asal Jerman tersebut mengungkapkan lewat buku Autobiografi terbarunya berjudul Gunning for Greatness: My Life, bahwa kekalahan telak 10-2 dari Bayern Munchen dalam dua leg babak 16 besar Liga Champions Eropa beberapa waktu lalu adalah momen terburuk dalam karirnya sebagai pemain sepakbola.

Mesut Ozil Ungkap Momen Terpahit Dalam Karirnya

Tidak ada yang meragukan kebintangan dan kehebatan Ozil di atas lapangan, sepanjang karirnya, dia membela sejumlah raksasa Eropa, termasuk klubnya sekarang, Arsenal. Namun demikian, sebagai pemain biasa, Ozil sempat mengalami periode terpuruk.

Baru-baru ini, melalui karya tulisnya dalam buku autobiografi terbaru berjudul Gunning for Greatness: My Life, Ozil kemudian mengungkapkan apa momen terburuk yang paling pahit dalam karirnya. Dan ternyata, eks Pemain Real Madrid ini memilih kekalahan telak 10-2 dari Bayern Munchen sebagai momen tersebut.

Sebagaimana diketahui, Arsenal kalah mengenaskan 10-2 dari dua leg babak 16 besar Liga champions Eropa dari Raksasa Bundesliga Jerman tersebut beberapa waktu lalu.

“Kekalahan mengerikan melawan Bayern Munich di musim ini tidak diragukan lagi adalah salah satu momen terkelam dalam karier sepakbola saya. Satu dari lima kekalahan paling memalukan yang pernah saya alami,”

“Sebenarnya, kami sudah memiliki rencana yang matang untuk pertandingan itu dengan bermaksud menghadang Mats Hummels yang bisa merusak ritme permainan mereka dari lini belakang. Tentu saja saya bisa mencari alasan mengapa kami akhirnya gagal, tetapi saya tidak ingin mengungkapkannya. Terlepas dari semua itu, faktanya kami memang tampil buruk dalam pertandingan tersebut.”

“Momen itu tidak bisa kami lupakan begitu saja. Kami harus bisa mengambil hikmahnya. Saya telah merefleksikan laga itu cukup lama, membayangkan apa saja kesalahan yang kami lakukan. Namun demikian, saya tidak akan membiarkan momen buruk itu justru membuat rasa percaya diri saya menjadi turun dan merusak performa saya di masa mendatang,” tulisnya lewat buku Autobiografinya.