Pangeran Ali – Pemilihan Presiden FIFA Tidak Boleh Ditunda

Calon presiden FIFA, Pangeran Ali bin al-Hussein
Pangeran Jordania itu ingin menggantikan presiden FIFA

Calon presiden FIFA, Pangeran Ali bin al-Hussein mengatakan keterlambatan dalam pemilihan pengganti Sepp Blatter akan “menciptakan instabilitas lebih lanjut”.

Pangeran Jordania itu ingin menggantikan presiden FIFA yang saat ini tengah menerima skorsing dari badan sepak bola dunia dalam pemilu Februari tahun depan. Tapi setelah Blatter, 79, dan Presiden UEFA, Michel Platini, 60, dihentikan, FIFA diperkirakan akan membahas menunda pemungutan suara. Pangeran Ali mengatakan bahwa ia akan “memberitahu dunia bahwa pelajaran belum selesai”. Blatter yang berasal dari Swiss dan Platini asal Perancis, seorang wakil presiden FIFA, keduanya mengajukan banding atas suspensi 90 hari mereka.

Sekjen Jerome Valcke juga menerima suspensi. Ketiganya menyangkal telah melakukan kesalahan. Kepala Konfederasi Sepak Bola Afrika, Issa Hayatou adalah presiden interim FIFA sementara Blatter dan Platini terkena suspensi. Platini mempertahankan dia masih akan mencalonkan diri untuk pemilihan pada 26 Februari mendatang untuk menggantikan Blatter. Pangeran Ali mengatakan: “Dengan semakin mendalamnya krisis FIFA, organisasi ini perlu untuk bergerak di luar kepemimpinan sementara dan memilih seorang presiden yang akuntabel. “Menunda pemilu yang telah dijadwalkan sebelumnya hanya akan menunda perubahan yang diperlukan dan menciptakan ketidakstabilan lebih lanjut. Ini akan memberitahukan kepada dunia bahwa belum ada perubahan yang terjadi, bahwa kolusi yang sama yang telah menjatuhkan nama FIFA pada awalnya terus berlanjut.”

Pertemuan darurat FIFA akan diadakan pada tanggal 20 Oktober di Zurich. Komite etik FIFA memulai penyelidikannya setelah Jaksa Agung Swiss membuka proses pidana terhadap Blatter pada bulan September. Dia dituduh menandatangani kontrak “yang tidak menguntungkan” untuk FIFA dan membuat “pembayaran tidak sah” untuk Platini. Komite etik juga membuka penyelidikan terhadap Platini atas pembayaran senilai 2 juta Euro (1.35 juta Pounds), yang dilakukan sembilan tahun setelah mantan pemain sepak bola Perancis itu melakukan pekerjaan konsultasi untuk Blatter.

Leave a Reply